Pengantar Manajemen
A.Manajemen sebagai Art Dan
Manajemen sebagai Science
Ilmu manajemen
adalah ilmu yang lahir pada awal abad
XX.Sebelumnya orang berpendapat bahwa manajemen adalah Art Bukan Ilmu pengetahuan,sehingga
apabila ada suatu kasus maka cara menyelesaikannya adalah dengan coba-coba
sehingga error
Contoh bila
seseorang sakit gigi maka pengobatannya adalah dengan memberi terasi maka
ternyata yang bersangkutan sembuh.Sebaliknya ada seseorang lagi sakit gigi lalu
di beri terasi lagi,ternyata sakit gigi tidak sembuh.Kesimpulan adalah dengan penyakit yang sama apabila diberi obat yang
sama belum tentu sembuh apabila penyebab penyakit tidak sama.jadi jangan
gunakan metoda coba-coba.Sebaiknya harus digunakan metoda ilmiah.Bagaimana cara
mengguna kan metoda ilmiah?jawabnya adalah gunakan langkah-langkah penelitian
sebagai berikut :
1.Tetapkan
Hipotesa 2.Kumpulkan sample 3.Berikan kuesioner. 4 Evaluasi
jawaban-jawaban 5.Kesimpulan
B. Beberapa
definisi manajemen :
1. Pengertian
Manajemen menurut Fredrijk Wislow Taylor :
Management is the process’’
getting things done through the efforts of others people”.
Manajemen adalah
proses pencapaian tujuan melalui orang lain (bawahan )
Artinya seorang
manager tidak bekerja sendiri tetapi dia mencapai tujuan melalui bawahannya.
2 Menurut James A.F.Stoner
“ Manajement is the process of
planning, organizing, leading and controling the effect of organization members
and the use of other organizational
members and use of other organizational gool ’’
“ Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan usaha – usaha para anggota organisasi dan mencapai tujuan
organisasi tujuan organisasi yang telah di tetapkan”
C. Tujuan
mempelajari manajemen :
1.Untuk mempermudah pencapaian tujuan,dengan
adanya manajemen maka tujuan kita lebih mudah dicapai karena ada yang
membimbing dan mengarahkan
2.Untuk
mengkristalisasi tujuan-tujuan yang berbeda menjadi satu tujuan.Orang datang ke
sebuah organisasi dengan tujuan-tujuan yang berbeda,tetapi dengan manajemen
tujuan yang berbeda itu di kristalisasi menjadi satu tujuan.
3.Agar
pencapaian tujuan lebih efektif dan lebih efisien.Efektifitas berarti
pencapaian tujuan yang
benar,dengan efisiensi adalah pencapaian tujuan dengan benar.
D. Manager dan Leader
Manager adalah
orang yang memimpin perusahaan.Leader adalah orang yang mempunyai leadership
artinya orang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi orang lain sehingga
bersedia melakukan kegiatan dengan setulus hati.
Ciri-ciri manager menurut Harold Koontz:
1. Manager adalah
orang yang mempunyai bawahan
2. Manager adalah orang yang sedikit sekali
melakukan pekerjaan- pekerjaan yang bersifat tehnis
3. Manager adalah orang yang memerintah
4. Manager adalah
orang yang mengambil keputusan- keputusan.
5. Manager adalah seorang leader
Seorang manager
harus memiliki skill
Skill adalah
kemampuan yang dapat dikembangkan.
Ada tiga jenis
skill;
1.Conceptual
skill adalah kemampuan manager dalam pengambilan
keputusan-keputusan,mengkoordiner bawahan,membina hubungan dengan pihak ketiga.
2.Human Skill
adalah kemampuan manager dalam memahami bawahan
3.Technical
skill adalah kemampuan manager dalam menggunakan peralatan-peralatan technis
seperti komputer dsb
Hirarchy of Management (tingkatan2 managemen)
1.
Top Management adalah orang yang memimpin perusahaan dalam keseluruhan
disebut juga administrator
2 Middle Management adalah orang yang
memimpin kegiatan-kegiatan dalam perusahaan,disebut
juga Operational Manager
3.
Lower Management adalah orang yang memimpin langsung tenaga
pelaksana.disebut juga mandor asisten dsb.
Hubungan antara
Skill dengan hirarchy of Management menurut Koontz
|
Con Hu Tech
|
|
Cep man ni
|
|
tual Skill cal
|
Menurut Henry Mitzberg Skill terdiri 4 jenis Yaitu :
1.Conceptual
Skill
2.Administration
Skill
3. Human Skill
4.Technical
Skill
Hubungan Skill
dengan Hirarchy of Management
|
3
|
|
2
|
|
2
|
|
1
|
TM MM LM
|
1
|
|
2
|
|
2
|
|
3
|
|
2
|
|
2
|
|
2
|
|
2
|
D
.Pelopor-pelopor manajemen sebagai ilmu pengetahuan
1.Fredrijk
Wislow Taylor (1856-1915)
Taylor adalah seorang Amerika yang bekerja di pertambangan
biji besi,yang akhirnya menyelesaikan pendidikan menjadi seorang engineer.
Pengalaman-pengalamannya sebagai
seorang buruh ditulisnya dalam sebuah
buku yang berjudul the prinsciples of scientific management
Beberapa prinsip manajemennya :
1.Metoda rule of
thumb (main perintah ) tidak digunakan lagi,seorang pimpinan harus mampu
memperlihatkan bagaimana pekerjaan dilaku kan.
2.Harus ada
standard kerja baku.
3.Harus ada
pelatihan-pelatihan kerja.
4.Harus ada
kerjasama antara bawahan dengan atasan.
2.Henry Fayol
Henry Fayol
adalah seorang engineer yang bekerja di pertambangan.pertama sekali dia
diangkat menjadi Top Manager dari sebuah perusahaan yang sedang
bengkrut.pertanyaan pertama yang dipertanyakannya adalah “What can be expect
from the manager?Lalu dia menerapkan beberapa prinsip-prinsip manajemen dan dia
sukses membawa kembali perusahaan menjadi baik.Pengalaman-pengalamannya sebagai
manager ditulis dalam bukunya dengan judul”Administration Industralle et
generale.Beberapa prinsip manajemen ;
a.
Ada 6 kegiatan
yang dilakukan perusahaan;
1.Commerciel (komersil contoh kegiatan jual-beli
2.Technis (tehnis) contoh kegiatan proses produksi
3.Safety,menjaga keamanan manusia dan barang
4. Financing ,mencari dana dan memanfaatkan dana dengan
baik
5.Accounting,membuat laporan keuangan
6.Managerial,kegiatan manajemen
b. Fungsi Manajemen
1.Forecasting
2.Planning
3.Organizing
4.Coordinatin
5.Commanding
6.Controlling
c.
.Kualifikasi manager yang baik
1.Physical
Fitness
2.Moral Equity
3.
Mentality
4.
Experience
5 .General Education
6.
Special Knowledge
d.
Prinsip-prinsip Organisasi :
1. Division
of work,pembagian tugas dengan jelas
2. Authority and responsibility
3.Centralization
4.Scalar of chain
5.Unity of Direction
6.Unity Of Command
7.Remuneration
8.Equity
9.Stability of Personel
10.Order
11. Subordination of personal interest to general interest
12.Iniciatif
13.Discipline
14.Esprit de Corps
Perbandingan manajemen Taylor dengan Henry
Fayol:
Taylor :
1.Analisis manajemen mulai dari bawah,yaitu bagaimana sebaiknya bawahan
menerima perintah atasannya.
2.Product
Oriented yaitu buruh dianggapnya sama dengan mesin,kerja dapat uang tidak kerja
tidak mendapatkan penghasilan
3.Scope manajemennya masih
sempit,pelopor manajemen klassik
Fayol :
1.Analisis
manajemen dimuali dari atas,bagaimana pimpinan memerintah ba wahan
2.Human oriented yaitu bawahan harus dibuat senang sehingga produktivi tasnya
meningkat
3.Scope manajemen lebih luas,fayol
disebut sebagai bapak manajemen mo dern
PLANNING
Hal yang penting diketahui dalam setiap
kerjasama individu dalam kelompok ialah maksud dan tujuan kerjasama tersebut
dan harus jelas mengetahui metode pencapaiannya. Bila usaha kelompok itu ingin
lebih efektif,orang-orang dalam kelompok itu harus mengetahui apa yang
diharapkan untuk penyelesainnya. Inilah yang dimaksud dengan fungsi perencanaan,yang
merupakan landasan pokok dari semua fungsi manajemen.
Hal ini
menyangkut pemilihan diantara beberapa alternatif usaha kegiatan un tuk untuk
waktu yang akan datang bagi tiap unit yang berada didalam sebuah organisasi secara
keseluruhan.Untuk melaksanakan maksud tersebut diperlu kan pemilihan dari
tujuan/sasaran dan menentukan cara pencapaiannya.
Planning adalah
keputusan untuk yang akan datang ,apa yang dilakukan bila mana akan dilakukan
dan siapa yang melakukannya.Sekalipun waktu yang a kan datang jarang dapt
diperkirakan secara tepat,terutama faktor-faktor di luar jangkauanya,tetapi
dengan proses perencanaan diharapkan akan dapat mendekati kebenaran.Hal ini
berdasarkan pertimbangan bahwa keputusan ha rus berdasaerkan atas maksud/tujuan
organisasi,pengetahuan dan perkiraan yang diperhitungkan.
Jelasnya
perencanaan dimaksudkan untuk memperoleh sesuatu dalam waktu yang akan datang
dan usaha/cara yang efektif untuk pencapaiannya.Oleh ka rena itu perencanaan
adalah suatu keputusan apa yang akan diharapkan dalam waktu yang akan datang.
A.Pengertian Perencanaan
Planning
merupakan :
1.Planning sebagai
proses, adalah pemilihan dan pengembangan dari tindakan yang terbaik dan
menguntungkan untuk mencapai tujuan.
Perencanaan sebagi suatu proses,karena perencanaan adalah suatu tindakan
pemilihan yang terbaik /menguntungkan dari berbagai alternatif dalam usaha
pencapaian tujuan.
2. Planning sebagai fungsi manajemen,adalah
fungsi dimana pimpinan kemung kinan
menggunakan pengaruh dari kewenangannya,yang dapat mengubah ke giatan dan
tujuan organisasi. Adapun planning sebagai fungsi manajemen .dimana pimpinan
wajib mel;akukan planning sebgai pedoman dalam kegiatannya untuk mencapai
tujuan organisasi.sedangkan planning
3. Planning
sebagai suatu keputusan tentang apa yang akan dikerjakan untuk waktu yang
akan datang,yaitu suatu rencana yang diproyeksikan dalam suatu tindakan,sebagai
suatu keputusan adalah untuk kejelasan apa yang akan dilakukan nya bilamana
akan dilakukan dan siapa yang melakukannya.
Menurut Koontz ,planning adalah fungsi seorang manager
yang berhubungan dengan pemilihan
tujuan,kebijaksanaan-kebijaksanaan,prosedur-prosedur ,pro gram-program dari
alternatif-alternatif.
Pertanyaan-pertanyaan. (Terry )
Basic question of
planning yang harus dijawab oleh perencana adalah meliputi 5 W + 1 H
Jika pertanyaan-pertanyaan pokok ini dijawab secara
ilmiah artinya jawaban-jawaban didasarkan kepada keterangan-keterangan .data
dan fakta.maka ren cana yang dibuat akan dapat dipertanggung jawabkan secara
ilmiah pula.
1.WHAT,apa yang harus/akan dicapai,tindakan apa yang
harus dikerjakan untuk mencapai objektive,harus ada
penjelasannya,perinciannya,faktor produksi apa yang diperlukanuntuk
melaksanakan kegiatan-kegiatan tersebut,agar apa yang menjadi tujuan dapat
dicapai.
2.WHY,mengapa itu menjadi tujuan,mengapa ia dilakukan
harus memberi penjelasan,mengapa itu harus dikerjkan dan mengapa tujuan itu
harus dicapai.
3.WHERE
Dimana ia akan
dilakukan ,pemilihan tempat perusahaan.perlu dijelaskan tentang lokasi serta
alasan-alasan memilih tempat itu berdasarkan
alasan ekonomis,dimana setiap kegiatan harus dikerjakan dengan demikian
tersedia semua fasilitas yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan itu.
4WHEN/ Kapan akan dilakukan, jadi penentuan saat
dimulai,waktu. Penjelasan
mengenai waktu dimulainya pekerjaa baik untuk tiap-tiap
bagian pekerjaan maupun untuk seluruh pekerjaan,harus ditetapkan standar waktu
untuk memilih pekerja an-pekerjaan itu.
5.WHO Siapa yang akan melakukannya,jadi pemilihan dan
penempatan perso nalia yang akan melakukan pekerjaan,luasnya wewenang dari
masing-masing pimpinan
6.HOW Bagaimana
akan mengerjakannya,perlu diberikan penjelasan mengenai tehnik-tehnik
mengejakan suatu pekerjaan.
B. Nature Of Planning ( Sifat-sifat dari
Planning)
1.Contribution to
purpose or objective .Planning merupakan suatu kontribusi daripada maksud
dan tujuan .artinya suatu planning perlu sekalimenentukan apa ,bagaimana dan
siapa yang akan melaksanakannya.Suatu planning yang baik akan menghasilkan
suatu usaha yang efektif apabila urutan-urutan langkahnya dilaksakan dengan
sebaik-baiknya.Hal ini dicapai bila rencana-rencana tersebut dilaksanakan
dengan efektif.Jadi maksud planning adalah untuk memudahkan usaha dalam
mewujutkan tujuan dar organisasi.
2.Primary Of Plan
Planning adalah merupakan langkah awal dari kegiatan
managerial lainnya,organizing, staffing, directing dan controlling dalam rangka
mewujutkan tujuan maka planning secara logika harus menduduki tempat pertama
guna memberi arah dari pelaksanaan semua fungsi manajemen itu.seorang pemimpin
tidak akan dapat melaksanakan fungsi-fungsi manajemen lainnya tanpa mengetahui
tujuan dan pedoman dalammelaksanakan kebijakan.i
3.Pervasiviness
of planning
Planning sebagai fungsi dasar dari fungsi manajemen
mempunyai luas jangkauan yang berbeda satu sama lain sesuai dengan rencana yang
digariskan oleh atasan serta sifat dan wewenang kebijaksanaan.Setiaptingkatan
manajer mempunyai wewenang kebijaksanaan dengan batas yang dimilikinya sehingga
fungsi0fungsi berikutnya dalam setiaptingkatan manager dapat menentukan
langkah-langkah selanjutnya yang akan dilaksanakan.Prinsip Pervasiviness of
planning (pengisian pemerataan perencanaan) memegang peranan penting,mengingat
pemimopin dalam tingkat tinggi banyak mengerjakan perencanaan dan bertanggung jawab atas berhasilnya
rencana itu.Planning tidak saja dilaksanakan oleh Top.Manajgemen,tetapi oleh
semua manajer sampaui tingkat bawah dan dalam setiap aktivitas pekerjaan.
4.Efficiency of
Plan
Eficiency dari sebuah rencana diukur dengan membandingkan
besarnya output yang dihasilkan dengan input.Jangan sampai input lebih besar
daripada output.Disini planning harus dapt mengadakan penghematan- penghematan
biaya dalam mencapai tujuan tersebut. Pencapaian tujuan dikatakan berhasil
apabila dalam pencapaian tujuan tersebut efektif jika realisasi daripada pt
dikeluarkan biaya seefisien mungkin dengan memperoleh hasil yang diharapkan.
Suatu rencana dikatakan efisien bila realisasi dari biaya
yang dikeluarkan untukpencapaian tujuan sebanding dengan hasil /tujuan yang
diharapkan,dapat menghemat/menekan biaya.Suatu rencana disebut ekonomis jika
terdapat perbandingan yang rerasional antara pengorbanan yang dikeluarkan
dengan penghasilan yang diperoleh (input sebandung dengan output)
Types Of Plan (Koontz&O”Donnell)
1.Purpose Or Mission (Maksud dan Tujuan}
Stiap jenis organisasi selalu mempunyai
tujuan yang akan dicapai.Pengertian Purpose
Or Mission kadang-kadang mempunyai
arti yangberbeda .tetapi perbedaannya sangan kecil,sehingga sulit
untukmembedakan antara Purpose Or Mission tersebut.Maksud dari setiaporganisasi ditunjukkan oleh peranannya
yang utama sebagaimana diharapkan oleh masyarakat.Karena itu maksud ini masih
merupakan arah yang umum dan tidak hanya berlaku bagi sesuatu organisasi tetapi
bagi semua organisasi sejenis dalam masyarakat.Maksud dari suatu organisasi
perusahaan adalah membuat barang dab jasa dengan memperoleh keuntungan dalam batas-batas
yang dapat diterima masyarakat.Rumah sakit diharapkan dapatmelakukan tri darma
yaitu pendidikan,penelitian danpengabdian masyarakat.
2.
Objective (sasaran)
sasaran disini adalah rencana dari tujuan yang baik menyeluruh maupun
sebagian,maksudnya disini Objective /goals adalah akhir dari setiap kegiatan yang dilaksanakan.
Objective bukan akhir dari suatu planning,tetapi merupakan akhir dari pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen mulai
dari planning ,organizing,staffing,directing dan controlling.
sasaran dari suatu organisasi adalah taeget.target dalam rangka tujuan yang
dilaksanakannya.sasaran merupakan penjabaran dari tujuan menjadi bagian-bagian
yang konkrit dan spesifik sehingga hasil yang dicapai dapat diukur de ngan mudah,misal
sasaran bagian produksi.yang harus dicapai sasaran bagi an penjualan dll.
3.Strategi
Strategi adalah berupa cara –cara yang akan ditempuh
sesuai dengan situasi dan kondisi pada setiap tempat,waktu dan kejadian yang
diperlukan karena adanya persaingan terhadap tujuan yang sama. Strateg
membentuk suatu a rah yang terpadu dari seluruh sasaran organisasi dan menjadi
petunjuk da lam penggunaan sumber-sumber organisasi yang dipakai untuk mencapai
sa saran,strategi akan menentukan tindakan-tinakan untuk mencapai tujuan yang
diinginkan.
4.Policies (kebijaksanaan)
Kebijaksanaan adalah merupakan petunjuk umum yang mebimbing jalan jalan pikiran
manajer dalam pengambilan keputusan. Kebijaksanaan mem batasi ruang lingkup
dalam pengambilan keputusan dan menjamin bahwa keputusan yang diperlu kan akan memberkan
sumbanganterhadap penyele saian tujuan yang menyeluruh.biasanya policy
mempunyai tingkatan dalam organisasi.Misalnya dalam organisasi kebijaksanaan
dari Top Manajer ruang lngkupnya luas dan bersifat umum,policy dari middle
manajer ruang lingkup nya terbatas pada tingkat departemendan polcy dari lower
manager yang lingkupnya terbatas pada sub-departemen.
5. Procedure
Prosedur
adalah rencana dimana urutan-urutan dari aktivitas=aktivitas yang
dilaksanakan,prosedur menunjukkan pedoman yang membimbing cara bertindak untuk
menyelesaikan suatu aktivitas sehingga suatu pekerjaan akan lebih terarah dan
efektif.Prosedur merupakan suatu tahaban secarakronologis dari tindakan yang
diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu.Penerapan prosedur dalam perencanaan
adalah penting agar pelaksanaan kerja tidak simpang siur,tidak banyaknya
kelambatan dan kemacetan dalam pekerjaan yanghdisebabkan kurang tertibnya
prosedur kerja.Kalau kebijaksanaan dianggap sebagai bimbingan untuk berpikir
dalam menentukan sesuatu keputusan maka prosedur juga merupakan bimbingan,akan
tetapi sifatnya adalah jelas dan secara nyata harus dipakai sebagai
pedoman,bukan lagi dalam hal berpikir akan tetapi justru dalam hal bertindak.
6. Rule
Rule juga
merupakan rencana karena menunjukkan langkah yang dibutuhkan an dipilih dari
alternatif yang ada.Suatu aturan membatasi kita apakah suatu tinadakan boleh
kita lakukan atau tidak,sesuai dengan situasi dan kondisinya.Rule kadang-kadang
ditimbulkan oleh prosedur. Persamaan rule dengaprosedur keduanya sama-sama
memberikan bimbingan untuk bertindak yang baik.Perbedaan rule dengan policy.policy
tujuannya untyuk memberikan sumbangan atau menentukan batas-batas policy
,sedangkan rule dimaksudkan memberikan bimbinghan agar setiaptyindakan jangan
menyimpang
7.Program ( untuk rencana yang paling sempuna )
Program adalah
suatu tencana yang pada dasarnya telah menggambarkan rencana yang
konkrit.Konkritnya rencana inibahwa dalam \program telah tercantum baik
objective,policy dan prosedur.dengan demikian program merupakan pula
usaha-usaha untuk mengefektifkan rangkaian tindakan yang harus dilaksanakan menurut
bidang-bidangnya masing-masing. Suatu rencana umumnya meliputi bidang-bidang produksi,financial,personalia
dan marketing masing-masing disusun dalam berbagai program dan setiap program
ini harus saling menunjang pelaksanaan berbagai macam program.
8. Budget
Budget merupakan suatu ikhtisar
dari hasil yang diharapkan untuk dicapai dan pengeluaran-pengeluaran yang
diperlukan untuk mencapai hal tersebut yabf dinyatakan dengan angka.
sedangkan Stoner mengelompokkan jenis-jenis rencana ini menjadi
1.Goals : a.Purpose
b.Mission
c.Strategic
2. Single Use Plan :a.Program
b.Project
c.Budget
3. Standing Plan :a.Policy
b.Program
c.Rule
Keterangan:
1.Single Use Plan (rencana sekali pakai)
Rencana ini dipergunakan untuk melaksanakan kegiatan yang tidak mungkin
berulang lagi dalam bentuk yang sama dimasa datang.
Bentuk-bentuk Single Use Plan adalah berupa program,project dan budget
2.standing Plan(rencana induk)
Rencana ini
dipergunakan bila suatu kegiatan organisasi terjadi berulang-ulang dan terus
menerus ,sehingga memungkinkan ditetapkannya satu keputusan saja untuk tindakan yang berulang-ulang itu.
Sekali ditetapkan rencana induk tetap dapat menghemat
waktu merencanakan dan membuat keputusan untuk menanggulangi situasi yang
serupa secara konsisten.Ttermasuk standing plan adalah policy,procedure dan
rule.
Langkah-langkah
planning
Untuk memulai
suatu planning perlu diketahui tehnik-tehnik planning yaitu metode perencanaan
yang berhubungan dengan prosedur bagaimana /apa saja langkah-langkah yang akan
dilakukan mulai dari persiapan sampai berakhirnya perencanaan
tersebut.langkah-langkah dalam perencanaan ini adalah untuk menemukan suatu
masalah yang mungkin timbul dimasa yang akan datang dan yang mempunyai hubungan
penting didalam pencapaian dan pelaksanaan daripada tujuan organisasi.
Langkah-langkah itu adalah :
1.Menentukan
tujuan
Dalam
menentukan tujuan ini ditetapkan baik tujuan organisasi secara keseluruhan
maupuntujuan dari setiap bagiannyang ada dalam organisasi,sehingga dengan
ditentukannya tujuan tersebut diharapkan titik berat kegiatan dan apa yang
diinginkan dapat melalui strategi,policy,prosedur dan budget dll
2.Menentukan
planning premiss
Yaitu menentukan dalil baru planning yang berpa
forecasting/ramalan yang diharapkan dapat dilaksanakan tergantung pada situasi
dan kondisi.Planning premiss merupakan suatu forecasting berdasarkan data dari
pengalaman yang lalu,menyusun kebijaksanaan dasar yang mungkin nisa diterapkan
dsb.Dengan perkataan lain premiss merupakan suatu lingkungan yang diharapkan
pada waktu rencana itu dilaksanakan, dalam hal ini forecasting itu akan perlu
dalam suatu planning,misalnya jumlah barang yang dapat dijual,upah yang berlaku,harga
yang berlaku.
3.Mencari dan menguji
berbagai alternatif kegiatan
Didalam tahap ini kita akan menemukan kesulitan apabila
rencana ini tenyata tidak memiliki alternatif lain,sehingga tidak dapat
dibuktikan bahwa alternatif ini merupakan alternatif yang paling baik. Namun
biasanya yang terjadi adalah terlalu banyaknya alternatif yang dapat
ditemukan,sehingga kita harus melakukan penyaringan terlebih dahulu.Alternatif
mana sekiranya terbaik menurut urutannya,melalui suatu analisa.Hal ini suatu
pekerjaan tambahan guna mengurangi jumlah alternatif yang ada.
4.Penilaian/evaluasi
dari setiap alternatif yang ada
Analisa dan evaluasi dari setiap alternatif yang ada dengan memperhatikan /mempertimbangkan berbagai
faktor terhadap premis dan dadarannya.dalam penilaian alternatif,maka
alternatif yang menguntungkan saja yang dipertimbangkan,
5.Memilih/menyeleksi
dari alternatif-alternatif yang ada.
Kadang-kadang hasil dari analisa dan evaluasi yang ada
menghasilkan dua rekomendasi atau lebih.Disini seorang manajer dituntut untuk
memutuskan alternatif mana yang akan diambil.tentunya yang akan memberikan
keuntungan yang wajar bagi perusahaan,sesuai dengan rencana dasar perusahaan.
6.Merumuskan
rencana-rencana lanjutan yang timbul dari dikehendakinya untuk menunjang
rencana dasar tersebut.
Untuk menunjang terlaksananya suatutujuan perlu dibuat
rencana lanjutan yang akan mendorong planning induk yang telah ditetapkan,
7.merumuskan
rencana-rencana yang telah dibuat pelaksanaannya
memerlukan sejumlah biaya yang sebelumnya harus ianggarkan.kedalam bentuk
angka-angka yang berupa budget,satu rencana yang telah diputuskan harus segera
dilaksanakan dimana
dalam anggaran perusahaan harus secara keseluruan berapa
pengeluaran dan berapa penerimaan.
Sasaran arti
pentingnya Planning
1.Untuk
menghilangkan ketidak pastian masa depan.
Ada dua pertimbangan yang menyebabkan planning tetap
dibutuhkan walaupun masa depan sudah ditentukan :
a.
Karena kita masih membutuhkan adanya pemilihan untuk
menentukan langkah terbaik dalam mencapai tujuan.
b.
Apabila jalan terbaik sudah ditetapkan planning yang
dibutuhkan agar setiap bagian dalam berorganisasi tahu pasti apa tugas dan
kewajibannya didalam rangka pencapaian tujuan yang ditetapkan.
2.Untuk
memusatkan perhatian segenap unit organisasi,atau semua orang yang ada dalam
organisasi terhadap tujuan bersama.
3.Untuk membuat
segenap proses kegiatan lebih ekonomis,dalam usaha pencapaian tujuan karena
dengan planning ini dapat menekan ongkos-ongkos yang disebabkan sifat planning
selalu menitik beratkan pada operasi yang dilakukan secara efisien dan bersifat
konsisten
4.Planning
memungkinkan untuk dilakukannya fungsi control bahkan tidak mungkin kita
melakukan control tanpa planning.
SYARAT-SYARAT PLANNING YANG BAIK
1.Faktual dan realistis
Suatu planning yang disusun untuk mencapai
suatu tujuan betul-betul harus dapat direalisasikan berdasarkan kenyataan yang
ada,bukan merupakan angan-angan.Hal ini penting karena pada saat pelaksanaan,rencana
itu harus sesuai dengan kondisi yang
ada.
2.Logis dan rasional
Suatu rencana
harus masuk akal.penyusun planning tersebut harus dapat didekati dengan
perhitungan yang masuk akal.
3.Bersifat fleksibel
Karena rencana
ini berhubungan dengan masa depan,sedang masa depan itu sendiri
keadaannya
berubah-ubah,maka suatu perencanaan harus dapat menyesuaikan diri dengan
perkembangan keadaan,perencanaan yang fleksibell selaludapat menyesuaikan diri
dengan keadaan yang mungkin berubah-ubah.tetapi tetap dilaksanakan dengan biaya
yang wajar(reasionable)
Organizing
Pengertian pokok dari organizing adalah
merupakan kerja rancang dan memelihara sistem peranan,mengelompokkan aktivitas
yang diperlukan dalam mencapai tujuan Perlunya pengelompokan kegiatan ini karena pemilik atau manager
perusahaan seba gai manusia yang mungkin
tidak dapat melaksanakan seluruh kegiatan itu sendiri secara efektif,maka perlu
adanya pengelompokan kegiatan.
Sedang fungsi
dari pengorganisasian adalah :
1 .Merupakan
kegiatan mengelompokkan aktivitas yang ditujukan untuk mencapai tu juan karena
keterbatasan manager dalam waktu,pengetahuan dan perhatian terhadap ke giatan
perusahaan.
2. Menugaskan
kepada manager bagian dengan memberikan wewenang /delegasi wewenang mengenai
kelompok-kelompok kegiatan tersebut.
3.Mengatur dan menjamin
agar adanya keharmonisan /keseimbangan dalam melaksanakan kegiatan dari
masing-masing bagian sehingga bagian tersebubetul-betul terarah kepada
pencapaian tujuan adanya coordination,baik koordinasi antar bagian maupun
antara atasan dengan bawahan .(coordination Horizontal &coordination)
Menurut Yames D.
Money(Classik)organisasi adalah kumpulan antara dua orang atau lebih untuk
mencapai tujuan ,organisasi merupakan seluruh tingkah laku dari semua peserta
,anggota anggota dalam mewujutkan tujuan yang akan dicapai.Sedangkan Gibson
mengemukakan bahwa organisasi merupakan susunan peranan yang diinginkan,yang terbentuk
intentional structur of rule) misalnya
dalam perusahaan apakah peranan bagian keuangan,bagian marke ting,peranan
bagian administrasi dsb.
Menurut Chester Barnasd,
organisasi dibagi menjadi :
1.
Formal
Organization
Merupakan intentional structure of roles dalam perusahaan yang formal/resmi
2.
Informal
Organization,merupakan setiap aktivitas pribadi bersama (personal
Aktivity)
Tanpa adanya suatu tujuan bersama dan yang secara sadar
dan sengaja untuk mencapainya meskipun para anggota menyumbang/berperan atas
keberhasilan suatu tujuan.Bagaimanapun dalam sebuah organisasi,pasti akan ada
informal organization,dan ini merupakan suatu tunjangan yang positif dan akan
mengefektifkan adanya komunikasi dan koordinasi.
Fungsi pembagian Kerja.
Menurut
koontz fungsi pembagian kerja ini perlu, karena adanya Span Of Manajemen
(rentangan manajemen), ketidak mampuan manager sebagai manusia untuk memimpin
secara efektif sejumlah bawahan yang tidak terbatas. Berapa jumlah yang
eksak/tepat mengeanai jumlah bawahan,tergantung pada faktor-faktor lingku ngan
(environtment factor ) terutama kepada waktu dan kemampuan dari manager
terswebut.Semakin ba nyak bawahan maka kepemimpinan seorang manager semakin
kurang ,semakin efektif /berhasil. sedikit bawahan cenderung mengakibatkan
semakin berhasil kepemimpinan seorang manager.
Menurut data
empiris (pengalaman ) efektivitas kepemimpinan seorang manager adalah jika
memiliki bawahan berkisar antara 4 sampai 8 orang pada tingkat atas (upper
Level).Tingkat bawah (lower Level) bisa mencapai 8 sampai 15 orang.Hal ini
dibuktikan oleh V.A. Graicuna”s yang mengemukakan tentang hubungan antara
atasan dengan bawahan.
Ada tiga macam relationship (Graicunas)
yaitu :
1.
Direct Single
Relationship ( hubungan Tunggal Langsung)
Jika jumlah bawahan n,maka jumlah hubungan langsung
adalah n
2.
Direct Group
Realationship ( hubungan grup langsung)
Dapat dihitung dengan rumus::
N= n
)
3.Gross Relationship (hubungan silang ) :
n(n-1)
Jumlah seluruh hubungan:
Faktor-faktor yang
menentukan efektivitas span of management,Apakah sedikit atau banyaknya
hubungan antara Atasan- Bawahan
1. Subordinate Training/Latihan pada bawahan
Semakin terlatih,pintar,trampil para bawahan akan semakin
memperkecil hubungan antara atasan dengan bawahan ,karena semakin sedikit
pekerjaan atasan,semakin banyak waktu yang tersedia untukperhatian yang
lain,cenderung
akan efektif atau berhasil dengan kepemimpinannya.
2.
Kejelasan
tentang pendelegasian wewenang
Semakin jelas wewenang yang akan didelegasikan kepada
bawahan,semakin sedikit hubungan antara atasan dengan bawahan .kalau
pendelegasian ini tidak jelas,maka seseorang akan banyak berhubungan dengan
atasan yang mendelegasikan wewenang tersebut,banyak bertanya,tidak
efektif.Supaya efektif maka pendelegasian wewenang tersebut harus jelas dengan
batasan-batasan tertentu.
3. Kejelasan rencana
Semakin jelas rencana disusun,semakin jelas aktivitas
yang dilakukan bawahan,semakin jelas rencana semakin sedikit hubungan antara
atasan dengan
bawahan.Apabila rencana tidak terpeRinci akan
mengakibatkan kekaburan pendapat dari bawahan yang akan melakukan kegiatan
tersebut.
4. Penggunaan standar yang objektif
yang paling efektif,paling menjelaskan pesan dari
komunikasi yang dilakukan.Semakin berhasil komunikasi.semakin jelas diterima
para bawahan dan di mengerti.hubungan akan semakin Ukuran baku kegiatan yang
dilakukan ,berapa seharusnya jumlah alat produksi yang diperlukan ,waktu yang
digunakan untuk menghasilkan suatu out put tertentu.Semakin banyak standar
ditetapkan ,semakin mudah bawahan melakukan kegiatan dan semakin sedikit
hubungan atasan-bawahan.
5. Tingkat Perubahan (rate of change )
Perubahan oerusahaan apakah
diperluas,diperkecil,integrasi dll.Semakin maju perusahaan semakin banyak
perubahan kegiatan yang harus dilakukan.Semakin maju/dinamis perusahaan menyesuaikan
diri dengan perkembangan eksternal, cendrung akan semakin banyak hubungan
atasan-bawahan.Bila tidak diperhatikan faktor-faktor lain,mungkin efektuvitas
manajemen akan menurun.Kegiatan-kegia tan baru akan dilakukan sesuai dengan
perkembangan,metode-metode baru yang harus dilakukan bawahan harus jelas,kalau
tidak bawakan akan bertanya terus ke pada atasan.
6. Tehnik-tehnik komunikasi
Cara-komunkasi bisa secara
langsung,lisan.tertulis,elektronik,dipilih mana sedikit dengan atasan ‘
Proses organizing,urutan kegiatan,Tahap organizing
sehingga terbentuknya Departemen-departemen
1.
Mengetahui Tujuan Perusahaan
2.
Mengetahui policy yang ditetapkan untuk mencapai tujuan
3.
Mengemukakan kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk
mencapai tujuan serta mengelompokkan kedalam beberapa kelompok kegiatan atas
dasar tujuan yang sama.
4.
Kelompok kegiatan ini merupakan dasar dalam penentuan
bagian-bagian perusahaan untuk dilakukan oleh para karyawan dengan menggunakan
sumber daya yang tersedia.
5.
Mendelegasikan wewenang kepada kepala-kepala/manager
kegiatan untuk melakukan kegiatan-kegiatannya.
6.
Menjamin adanya keseimbangan kegiatan dari
bagian-bagian/kelompok baik secara horizontal atau vertical melalui koordinasi.
Organizing Proces
|
Proses
Pembagian kkerkerja kerja
|
|
Policy&Planning
|
Kelompok
Aktivitas
|
Bagian/Depar
temen
|
Delegation of
Authority
|
Coordinating
|
Basic
Deparmentation/Dasar Dalam Melakukan Pembagian Kerja Dengan deparmentation
dimaksudkan suatu proses mengkhususkan atau membagi-bagi kegiatan (tugas)
pemimpin atau sesuatu badan dengan suatu dasar tertentu.Dasar-dasar
departementasi dapat di beda-bedakan sebagai berikut :
1.Enterprise
Function
Pembagian berdasarkan fungsi perusahaan,misal
bagian produksi,bagian keuangan,bagian pemasaran dll.
2.Manajemen Function
Pembagian di dasarkan fungsi-fungsi Manajemen,yaitu bagian
perencanaan,pelaksanaan ,dan bagian pengawasan.
3.
Proses produksi
Pembagian berdasarkan pelaksanaan/proses produksi misal pembuatan textil
ada bagian merubah kapas menjadi benang,bagian pemintalan,finishing
dsb.(pembagian
didasarkan kegiatan yang dilakukan mulai
dari bahan mentah sampai menjadi output)
4.Simple
Number
Pembagian di dasarkan angka-angka sederhana ,biasa di gunakan pada
organisasi militer.Misal pada perusahaan yang menekankan kepada padat
karya,menggunakan banyak buruh untuk menyelesaikan suatu proyek.Misalnya ada
1000 buruh orang buruh,jumlah ini di bagi menjadi 5 bagian,bagian I : 200
buruh,bagian II: 200 buruh,bagian III : 200 buruh,bagian IV : 200 buruh, bagian
V : 200 buruh.
Tiap bagian di bagi lagimenjadi lima
Sub bagian ,jadi setiap sub bagian terdiri dari 40 orang.Tiap sub bagian
dikepalai oleh 4 mandor dan seterusnya
5. Time
Misalnya dalam sebuah pabrik waktu
kerja di bagi menjadi tiga shift pagi siang malam Biasanya dilakukan untuk
perusahaan yang menginginkan kapasitas produksi penuh,alat produksi di jalankan
selama 24 jam untuk ini perlu adanya berdasarkan waktu.
6.Customer
Misalnya dalam toko serba ada,dibagi
menjadi bagian yang khusus menyediakan kebutuhan untuk wanita,khusus pria,anak-anak,pelajar
7.Product
Pembagian berdasarkan kepada jenis produk yang di hasilkan.Misal perusahaan
sepatu
8.Matrix
Pembagian dengan menggunakan bentuk
matrix,misas dalamproyek
9.Territory
Pembagian
didasarkan daerah,dilakukan jika meluas.Setiap Daerah operasionalnya ditangani
secara khusus,dengan demikian setiap daerah dibentuk suatu organisasi.Misal suatu
perusahan mempunyai kantor pusat di Bandung,untuk pemasarannya di seluruh Jawa
Barat.
10.Combination
Setiap perusahaan yang melakukan pembagian
departemenisasi berdasarkan satu macam (tunggal),tetapi biasanya berdasarkan
kombinasi antara 1 sd 9
Authority
Authority atau
wewenang adalah hak atau kekuasaan seseorang untuk memerntahkan
kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan kepada orang lain atau bawahan mengenai
apa yang boleh atau tidak boleh dikerjakan wewenang ini harus didelegasikan
kepada seluruh struktur organisasi.Wewenang ini harus didelegasikan keseluruh
struktur organisasi,tanpa adanya authority/wewenang seorang manager tak dapat
melakukan pekerjaannya seorang manager (managerial job ).Keberhasilan
delegation of authority sangat sangat menentukan dinamika organisasi,dengan
kata lain bahwa pendelegasian /wewenang merupakan kunci organisasi(delegation
of authority is the key of organization).tanpa pendelegasian /wewenang
organisasi tidak maju,tidak bergerak karena tidak adanya kegiatan yang dilakukan
oleh orang-orang dalam perusahaan yang diarahkan kepada tercapainya tujuan
perusahaan.
Pendelegasian
wewenang merupakan proses untuk menyampaikan wewenang dari atasan kepada
bawahan ,agar manager –manager mempunyai aktivitas- aktivitasnya.Bawahan tiak akan
melakukan kegiatan dalam perusahaan karena tidak adanya perintah dari atasan
sehingga tidak ada kegiatan perusahaan/statis
SUMBER WEWENANG
Ada dua teori mengenai sumber-sumber wewenang yang dimiliki manager
:
1.Formal theory of authority
Menurut formal
theory ,wewenang berasal dari masyarakat,karena perusahaan dimiliki oleh para
pemilk modal (misal pada PT).Wewenang yang dimiliki seorang mandor yang berasal
dari sumber pertenunan,wewenang yang dimiliki oleh manager pertenunan berasal
dari manager produksi,manager produksi berasal dari Presdir,Presdir dari Dewan
Komisaris (wakil dari para pemegang saham).Jadi menurut formal theory of
authority.Wewenang hanya ada jika berasal dari sumbernya secara formal,wewenang
yang formal ini meupakan wewenang yang didelegasikan dari atasan kepada
bawahan.
2.Acceptance Theory of Authority.
Seseorang mengakui atasannya sebagai pimpinan,menerima seorang sebagai
atasannya /pimpinan,dikarenakan pribadinya sehingga dia dianggap sebagai
seorang pemimpin,memiliki leadership untuk kepentingan organisasi.
Wewenang yang efektif harus berasal dari
keduanya (formal dan acceptance),manager
yang mempunyai authority dari kedua sumber
tersebut.
.JENIS-JENIS WEWENANG
Jenis-jenis wewenang yang dimiliki dan
diterima oleh manager ada tiga macam,yaitu
1.Line authority.
Diberikan dan dimilik bagian-bagian yang
mempunyai tanggung jawab langsung /peranan
terhadap tertcapainya tujuan organisasi
2.Staff authority
Membantu
wewenang lini untuk memperlancar kegiatan-kegiatannya.Sedangkan menurut
Patterson&Plowman . Line authority adalah wewenang untuk memerintah ,staff
authority adalah wewenang untuk memberi saran-saran.,nasehat.Menurur Gullick .Line
authority adalah wewenang untuk bertindak,staff authority adalah wewenang untuk
mengemukakan ,menjual gagasan.
3.Functional
Authority
Kekuasaan
seorang manager atas proses-proses.praktek-praktek.kebijaksanaan-kebijaksannan
tertentu dan soal-soal lain yang berhubungan dengan pelaksanaan yang dilakukan
oleh para karyawan dalam bagian-bagian lainnya.Dalam praktek misalnya seorang
insinyur tidak mengetahui akunting,disini seorang manager administrasi bisa
memerintah kepada insinyur tadi bagaimana caranya melaksanakan/mengerjakan
akunting.
DELEGASI WEWENANG
Tanpa adanya
pendelegasian,wewenang manager tidak dapat melakukan pekerjaannya,pendelegasian
wewenang perlu untuk menggerakkan organisasi menuju kearah tercapainya
tujuan.Menurut Koontz : delegation of authority is the key of organization
PROSES PENDELEGATION
WEWENANG
1.Menentukan
hasil yang diharapkan (expected result)
2.Menentukan
Tugas (assigment task)
3.Delegation of
authority
4.Responsibility
.PRINSIP-PRINSIP AGAR
PENDELEGASIAN WEWENANG EFEKTIF
1.Prinsip delegasi atas hasil yang diharapkan(principles
delegation by result expect) Wewenang yang didelegasikan sesuai dengan jaminan
adanya kecakapan manager untuk mencapai hasil yang diharapkan.Wewenang yang
didelegasikan jangan lebih besar/banyaknya
atau lebih
sedikit dari wewenang yang diperlukan untuk mencapai hasl tersebut.
2.Prinsip penentuan fungsi/tugas (principle
of function definition)
Prinsip itu
untuk menentukan tanggung jawab seorang manager.Berarti semakin jelas hasil
yang akan diharapkan ,dapatlah ditentukan tugas-tugas yang harus dilakukan dan
hubungan wewenang dengan bagian-bagian lainnya,akan semakin jelas pula tanggung
jawab seseorang didalam mencapai hasil yang diharapkan.
3.Prinsip rantai berkala(principle scalar of
chain)
Semakin jelas
garis wewenang dari top manager kepada setiap bawahan maka akan semakin efektif
tanggung jawab pengambilan keputusan dan komunikasi dalam organisasi
perusahaan.
4.Prinsip tingkat wewenwng (the authority
level principle)
Setiap manager pada setiap tingkat harus
mengambil keputusan apapun juga sepan jang mengenai wewenangnya terhadap levelnya
terbatas pada level masing-masing.
5.Principle utility of command
setiap bawahan
diusahakan agar hanya menerima perintah dari seorang atasan saja.
6.Prinsip kemutlatan untuk bertanggung jawab
(principle of absoluteness of responsibility)
Setiap pemimpin
yang menerima wewenang,mutlak harus bertanggung jawab kepada atasan mengenai
wewenang yang dilaksanakan.Tanggung Jawab tidak boleh didelegasikan kepada
bawahan manager yang menerima wewenang itu.Hanya wewe nang yang boleh
didelegasikan kepada bawahan.
7.Prinsip
keseimbangan antara wewenang dan tanggung jawab
Pemimpin
yang memberikan wewenang berdasarkan prinsip ini tidak boleh menun tut tanggung
jawab lebih besar dari wewenang yang diberikan kepada manager bawa han atau
tidak boleh menuntut tanggung jawab lebih besar dari hasil yang diharapkan.
Tingkah laku
yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin/manager agar mereka mempunyai seni
mendelegasikan wewenang (personal attitude) :
1.Personal
receiptiviness
mau menerima dan
mendengarkan pendapat orang lain,mau memberikan kesempatan kepada bawahan untuk
mengemukakan gagasan-gagasannya.manager tidak bersifat merasa pandai
sendiri,merasa paling berkuasa,tetapi tidak menutup komunikasi/relationship
yang berasal dari bawahan
2.Willingnes
to let go
Manager yang akan memberikan
wewenang secara efektif haruslah ada kesediaan untuk melepaskan kekuasaannya
untuk mengambil keputusan kepada para bawahannya.
3.Wilingnes
to let other make mistake
Kesediaan untuk
membiarkan bawahannya melakukan kesalahan.hal ini
didasarkan
kepada prinsip bahwa setiap manusia tidak luput dari berbuat salah dalam
batas-batas tertentu.
4.Willingnes
to trust subordinate
Kesediaan untukmempercayai orang lain
(bawahan))pada kesediaan untuk melepaskan sebagian wewenwng ,harus pula
disertai kepercayaan.
5.Wilingnes
to establish and use broad control
Sebagai
akibat dari keempat sikap attitude tersebut diatas yaitu kesediaan untuk
mengadakan dan menggunakan pengawasan yang luas.Untuk mengadakan pengendalian
yang intensif diperlukan alat-alat pengendalian yang banyak dan baik
SENTRALISASI DAN DESENTRALISASI
Masalah
pendelegasian wewenang ini adalah berapa
besarnya wewenang yang akan disebar luaskan dalam perusahaan.Apakah jika
seorang manager/pemimpin mendelegasikan semua wewenang terhadap bawahan dan
bagaimana pula jika seorang pemimpin tidak bersedia melepaskan sebagian
wewenwngnya kepada bawahan.Wewenang kepada bawahan dapat diberikan sebagian
besar(desentralisasi) atau sebagian kecil(sentralisasi)
Sentralisasi
yaitu bila dalam organisasi,hanya sebagian kecil saja dari wewenwng top manager
yang didelegasikan kepada bawahan.Desentralisasi bila dalam organisasi sebgian
besar wewenang didelegasikan oleh top manager kepada bawahan kepada seluruh
struktur organisasi.Jadi kekuasaan yang dipegang top manager hanya sebagian
kecil.
Masalah
sentralisasi dan desentralisasi merupakan masalah tendensi/kecendrungan ,artinya
tidak ada sentralisasi atau desentralisasi yang mutlak,tetapu yang ada ialah
sentralisasi dan desentralisasi yang relatif,sebab jika : Desentralisasi mutlak
maka seluruh wewenang diberikan kepada bawahan atau didelegasikan kepada
seluruh struktur organisasi maka manager tidak mempunyai wewenang,dia tidak
disebut sebagai manager,karena wewenang merupakan kunci sebagai kegiatan
manager.
Sentralisasi
mutlak,maka seluruh wewenang tetap dipegang top manager,jadi tidak ada wewenang
yang didelegasikan kepada bawahan,maka dalam hal ini tidak ada pendelegasian
wewenang,sedangkan kita telah mengetahui bahwa pendelegasian wewenang adalah
kunci dari organisasi,
Dalam derajat
sentralisasi dan desentralisasi derajat keputusan yang diambil berbeda,Ernest Dale mengemukakan mengenai
ciri-ciri pengambilan keputusan dalam desentralisasi.
1.Bila kepada
manager bawahan diberikan wewenang untuk mengambil keputusan yang lebih penting
(berdasarkan kualitas)
2.Bila kepada
manger bawahan diberikan lebih banyak hal untuk mengambil keputusan,berdasarkan
luas tidaknya keputusan (kuantitas)
Akibat dari
keputusan yang diambil manager bawahan akan mengikat banyak bagian.Misal bagian
produksi(manager)mengambil keputusan maka bagian-bagian lain akan akan terkena
oleh keputusan itu.
4.Pengawasan
akibat keputusan yang dilakukan oleh manager bawahan semakin long gar(tidak
ketat) karena top manager sudah memiliki susunan untuk memperingan wil lingnes
to trust kepada manager-manager bawah.
FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN TINGKAT DELEGASI
WEWE NANG APAKAH PERLU DILAKUKAN SENTRALISASI ATAU DESENTRA LISASI
1.Costlines
of decision.
Tingkat
biaya,besar kecilnya biaya untuk melakukan akibat dari suatu keputusan.Jika
keputusan harus mengeluarkan biaya
mahal/besar akan diputuskan oleh manager atasan dan manager-manager tingkat
atas ,cenderung dilakukan desentralisasi.Misal keputusan membeli
2.Uniformity of policy
Menginginkan adanya keseragaman dalam kebijakan,adanya
keseragaman dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan managerbawahan pegawai.Untuk
mencapai keseragaman ini setiap kebijaksanaan kegiatan harus diputuskan oleh
manager atasan cenderung sentralisasi.
3.Business
History
Apakah perusahaan besar berasal dari
perusahaan kecil (misalnya perusahaan
perseorangan) lalu menjadi perusahaan menengah dan akhirnya menjadi
perusahaan besar,perusahaan besar ini cendrung akan melakukan sentralisasi
Karena tumbuhnya
perusahaan ini berasal dari perusahaan kecil yang melakukan sentralisasi,segala
keputusan yang dilakukan pemilik perusahaan
itu sendiri,sehingga setelah perusahaan itu berhasil menjadi besar maka
dia beranggapan bahwa keberhasilannya akibat sistem sentralisasi yang digunakannya.
4.Availibility of Managers
Apakah mudah
memperoleh manager atau sulit memperoleh manager yang cakap.Lebih banyak
manager yang kompeten dalam perusahaan,maka perusahaan tersebut cenderung untuk
melakukan desentralisasi.
5.Business Dynamics
Semakin maju
berkembang suatu perusahaan,maka semakin besar organisasi perusahaan
tersebut,hal ini cenderung melakukan desentralisasi.
6.Independence
Keinginan untuk
tidak tergantung pada orang lain.Bila manager-manager dalam perusahaan
berkeinginan tidak tergantung pada atasan atau tidak tergantung pada manager
inferiornya maka perusahaan cenderung
desentralisasi
7.Control Techniques
Semakin baik tenik pengawasan maka semakin berhasil fungsi
control.Desetralisasi harus diikuti dengan pengawasan yang efektif,pengawasan
yang efektif tergantung kepada tehnik-tehnik pengawasan yang dilakukan.Jika
tehnik pengawasan efektif maka perusahaan cenderung melakukandesentralisasi.
8.Environmental Influences.
Pengaruh-pengaruh lingkungan baik yang berasal dari luar ataupun dari dalam
perusahaan.Misalnya pengaruh pemenrin tih ,serikat buruh.Pemerintahbiasanya
mengeluarkan peraturan-peraturan mengenai izin usaha,masalah pajak,fasilitas
modal.ekspor&impor dll.Peraturan-peraturan tersebut harus diatasi sebaik-baiknya
oleh perusahaan,harus ditafsirkan setepat-tepatnya,sehingga tidak salah
penafsirannya.
9.Economic Size
Kegiatan-kegiatan
yang memerlukan keahlian spesialis/khusus lebih ekonomis apabila
didesentralisasikan.Diberikan kepada ahli tersebut untuk mengambil keputusan
tentang bagaimana perkembangannya.Prinsip-prinsip kegiatan ekonomis atas
dasar hukum Ekonomi Large scale (skala
ekonomi besar)yaitu semakin besar kegiatan dilakukan maka akan lebih
ekonomis.Hal ini akan berpengaruh pada biaya tetap dan biaya variabel.Atas
alasan-alasan ini cenderung melaksanakan sentralisasi.
Aktivitas-aktivitas
dalam organisasi perusahaan yang perlu didesentralisasi atau di sentralisasi.
1.Produksi
dilakukan desentralisasi
2.Penjualan/Marketing
dilakukan desentralisasi
3.Financing
dilakukan hight Centralization,artinya harus betul-betul harus di pusatkan oleh
manager atasan.
4.Personalia
harus di sentralisasi
5.Statistik
dilakukan sentralisasi,kecuali dalam pengumpulan data dilakukan desentralisasi
6.Logistik(pengadaan
barang –barang).Pemeliharaan barang dan penyimpanan kekayaan milik
perusahaandilakukan sentralisasi
7.Pembelian
tergantung pada costlinessnya,harga mahal sentralisasi,harga murah
sentralisasi.
COMMITTEE
Committee agroup
person,to whom as agroup some matter are committee.Dengan kata lain,committee
adalah suatu kumpulan yang dibentuk untuk memecahkan masalah kesulitan yang
dialami oleh organisasi.Terbentuknya panitia bisa frmal ataupun informal.
Contohnya Dewan Komisaris (Board of Directors) atau disebut juga prulal manager
Alasan mengapa di bentuk Panitia
1.Hasil
pemikiran kelompok atau keputusan kelompok lebih unggul/baik daripada hasl
pemikiran seorang
2.Ketakutan
pemilik perusahaan,terlalu banyak mendelegasikan wewenang kepada seseorang.Maka
dibentuklah “Board”,timbul Dewan Komisaris yang merupakan manager banyak.
3.Mewakili
berbagai kepentingan,karena yang duduk dalam panitia berasal dari berbagai
bagian dalam organisasi.
4.Adanya
motivasi untuk ikut serta dalam melaksanakan keputusan pada bagian-bagian
karena mereka diikut sertakan dalam pengambilan keputusan
5.Sementara
untuk menunda kegiatan-kegiatan yang dikarenakan masalah yang perlu dipecahkan
lebih dahulu maka untuksampai kepada pelaksanaan ini kegia
tan selanjutnya
didasarkan kepada hasil keputusan panitia (untuk mengulur waktu
STAFFING
Fungsi staffing atau fungsi jabatan adalah
merupakan kegiatan untuk memperoleh pegawai yang efektif yang akan mengisi
jabatan-jabatan dalam organisasi.Aktivitasnya menyangkut salah satu fungsi
manajemen,yaitu pemilihan orang-orang yang diperlukan baik dalam kualitas
maupun dalam kuantitas penyusunan orang-orang yang akan mengisi pekerjaan
dalamperusahaan tersebut,pengembangan pegawai dan sebagainya.Secara singkat tujuan
dari staffing adalah untuk menndapatkan orang-orang yang baik /berkualitas
dalam posisi sebagai manajer ataupun posisi sebagai subordinatea(bawahan) yang
efektif.Istilah lain dari staffing
manning.Manajer sebagai orang yang menempati posisi dalam suatu
perusahaan dan yang melakukan fungsi –fungsi manajemen harus memenuhi kriteria
sebagai berikut :
1. Harus memilki
pengetahuan sebagai manajemen terutama mengenai
planning,organizing,staffinf,directing dan controlling.
2.
Ketentuan kualifikasi seorang manajer ditekankan kepada
kecakapan calon manajer dalam memimpin atau dalam melaksanakan fungsi-fungsi
manajemen.
3.
Sifat-sifat yang dimiliki seorang manajer antara lain :
a.
Intelegensia(kecerdasan).Secerdas apakah seorang
manager?Yang penting dia harus lebih cerdas minimal setingkat diatas bawahan
yang dipimpinnya
b.
Leader,kemampuan untuk memerintah bawahan sehingga
bersedia melakukan perintah yang diberikan kepada bawahannya.
c.
Ability To communication. Kemampuan untuk berkomunikasi.
d.
Problem Solving
Mempunyai kemapuan untuk memecahkan masalah.
e.
Moral Value,mempunyai moral yang reat hubungannya dengan
tanggung jawab
f.
Judgement,mempunyai pertimbangan yang kuat dan luas
terutama menyangkut keadilan.
Menurut Fayol kriteria yang harus dipenuhi seorang manajer adalah :
Kualitas manajer,fisik,mental,moral,edukasi yang luas,teknis pengalaman.
Menurut Robert L Kate dalam studinya,dia mengidentifikasikan ada
tiga
jenis keahlian yang harus dimilki oleh setiap manajer Yaitu :
a.Technical skill,yaitu kemampuan untuk menggunakan peralatan tehnis,prosedur
atau tehnik dari suatu bidang pekerjaan tertentu.
b.Human skill,kemampuan untuk bekerja dengan memahami dan memberikan
motivasi kepada orang lain baik secara individu atau kelompok.
c.Conceptualskill,kemampuan mental untuk mengkoordinasikan seluruh
kepentingan dan kegiatan organisasi
Meskipun
setiap manajer harus memiliki ketiga jenis keahlian ini,tetapi tingkatannya
berbeda-beda.Makin tinggi tingkatan manajemen (tingkat jabatan/posisi seseorang
dalam struktur organisasi) maka semakin kecil persyaratan akan technical skill
tetapi makin besar/banyak persyaratanakan conceptualskill.
Hal ini disebabkan manajer tingkar tinggi (Top Manajer)
harus memahami bagian-bagian dalam organisasi,hubungan satu sama lain sehingga
setiap keputusannya akan mencerminkan pendapat/kompromi/persetujuan dari
seluruh bagian.Demikian pula sebaliknya,makin rendah tingkatan manajemen dalam
organisasi,makin banyak persyaratan yang harus dimiliki didalam technical dan
makin sedikit persyaratan akan conceptual skillnya,karena manajer tingkat
bawah(lower manager) harus berhubungan langsung dengan pekerjaan,berhubungan
langsung dengan masalah operasional.
Dilain pihak setiap manajer baik tingkat tinggi,menengah
bawah perlu memiliki keahlian dalam hubungan kemanusiaan yang relatif sama
,karena mereka akan selalu berhubungan denganorang-orang dalam suatu lingkungan
kerja pada suatu organisasi.
Fungsi perencanaan yang banyak mengaconceptual skill
makin banyak dibutuhkan pada manajer tingkat tinggi,dan sebaliknya fungsi
pengawasan yang banyak mengandung keahlian tehnis dan kemanusiaan,makin banyak
dibutuhkan pada manajer tingkat menbengah dan bawah.
·
PROSES STAFFING
1.Merumuskan serta memerinci pekerjaan (Job Analysis)
Perincian
mengenai pekerjaan manajer ditentukan oleh bagaimana apa sifat/macam dari
pekerjaan manager tersebut.Hal biasanya dapat dilihat dalam suatu Job
Description. Job Description.atau gambaran jabatan berisi mengenai
apa,bagaimana,mengapa suatu pekerjaan dilakukan,menggambarkan
tugas,kewajhiban,tanggung jawab sesorang dalam melakukan pekerjaannya,serta
syarat-syarat yang harus dipenuhi seseorang untuk memegang suatu jabatan(Job
Specification)
1.Mengadakan penilaian terhadap hasil kerja manajer
sebagai atasan serta atas dasar praktek-praktek pekerjaan memimpin menurut
prinsif manajemen.
2..Dalam memilih
calon manajer hendaknya dipilih diantara calon-calon yang berkualitas terbaik.
3.Perlu
memajukan dan mengembangkan manajer yang ada terlatih dahulu.
4.Pengembangan
manajer yang efektif harus dimulai dari top manajemen
5.Perusahaan
hanya dapat mentolerasikan terhadap manajer-majer yang mempunyai keinginan
untuk maju dan berkembang.
·
POKOK_POKOK MASALAH YANG DILAKUKAN DALAM PELAKSANAAN FUNGSI
STAFFING
Fungsi staffing meliputi tiga bagian masalah yaitu :
1.Pengadaan pegawai ( Procurement of Personnnel)
2.Pengembangan Pegawai (Development of Personnel)
3. Memelihara dan memanfaatkan pegawai ( Maintanance of Personnel)
PENGADAAN PEGAWAI
(PROCUREMENT of PERSONNEL)
Fungsi pengadaan meliputi :
a.Membuat analisa
jabatan,gambaran jabatan dan spesifikasi jabatan
Agar para pegawai dapat bekerja secara efektif,maka kita
harus terlebih dahulu melakukan analisa jabatan,yaitu menganalisa
kegiatan-kegiatran,wewenang dan tanggunf jawab yang harus
dilakukannya,peralatan yan digunakan,kondisi kerja,latihan dan pendidikan yang
diperlukan lamanya jam kerja,besarnya upah.kemungkinan untukpromosi dll
Jadi analisa jabatan adalah suatu proses mengumpulkan dan
menguraikan berbagai informasi secara terperinci yang berhubungan dengan
tugas,tanggungnjawab serta pelaksanaan dari suatu jabatan. hasil dari suatu
jabatan ini di gambarkan dan disusun dalam suatu job description dan job
spesification. job description adalah merupakan suatu gambaran secara tertulis
mengenai tugas,kewajiban dan tanggung jawab seseorang dalam suatu jabatan atau
pekerjaan tertentu. job description adalah uraian mengenai persyaratan minimal
yang harus dimilki seseorang untuk memegang suatu jabatan/pekerjaan.
b. Menarik pegawai
( Recruitment)
Dengan Job Analysis,job description dan job spesification
ini dapatlah ditentukan jumlah pegawai yang dibutuhkan serta kualifikasi
persyaratanya,untuk kemudianditentukan mengenai bagaimana cara-cara untuk
memperoleh/mendapatkannya,yaitu mencari dan memperoleh calon/pelamar pekerjaan
untuk mengisi lowongan yang ada dalam perusahaan.Sumber-sumber untuk memperoleh
pegawai bisa dari dalam perusahaan (internal sources) atau bisa juga dari luar
perusahaan,misalnya dari Departemen Tenaga Kerja,memberi iklan,lembaga-lembaga
pendidikan dll.
c.Mengadakan pemilihan (selection)
Selection adalah pemilihan atau memilih diantara para
pelamar yang ada melaluui hasil penilaian.Seleksi ini caranya bermacam-macam
atau bertahap yaitu seleksi tertulis,wawancara,ujian-ujian (selektif) test-test
(aptitude,sikap/attitude.motivasi,psikologi,kesehatan dan sebagainya)Pelamar
yang dinyatakan lulus dalam seleksi seleksi tersebut diterima menjadi
pegawai,Inti daripada dilakukannya seleksi adalah untuk mendapatkan orang yang
benar-benar cocok dengan jabatan /pekerjaan yang ada.(prinsip the right man on
the right place)
d.Training &education
Mengadakan pelatihan atau dan pendidikan menjadi dasar untuk penempatan
pegawai
e.Placement
Setelah di training maka perusahaan mengerti tempat yang tepat untuk
penempatan pegawai baru tersebut.
Untuk
mengembangkan seseorang dalam karirnya misalnya dengan memberikan promosi.
Promosi dilakukan bila :
a.
Seseorang telah lama bekerja dalam suatu pekerjaan pada
perusahaan maka maka berdasarkan lamanya
kerja atau senior dalam usia , bila ada kesempatan promosi mereka
mendapatkan prioritas dalampromosi tersebut (promotion based on seniority)
b.
Bila seseorang menghasilkan prestasi yang baik
karenakemampuan, maka ini dinamakan promotion based on ability )
Promosi yang baik apabila memperhatikan masa kerja dan
prestasi kerja seseorang.
DIRECTING
Setelah rencana,
organisasi dan staffing ada fungsi directing atau untuk me nggerakkan
orang-orang (actuating,directing,commanding) barulah dilakukan supaya dapat
merealisasi tujuan organisasi/perusahaan.Masalah penggerakan ini berkaitan erat
dengan manusia dan merupakan suatu masalah yang pa ling kompleks serta yang
paling sulit dilakukan diantara semua funsi-fungsi manajemen. Penggerakan ini
merupakan fungsi terpenting dalam manajemen ,karena bagaimana pun modernnya
perala tan yang dimiliki tanpa dukungan manusia-manusianya belum be rarti
apa-apa .Untuk menggerakkan manusia merupakan hal yang sulit,karena manusia
adalah mahluk hidup yang mempunyai harga diri,perasaan dan tujuan yang
berbeda-beda
Pengertian
directing adalah :
·
Fungsi menggerakkan orang-orang agar mau melaksanakan
kegiatan-kegiatan yang menuju kearah tercapainya tujuan.
·
Fungsi mengarahkan kegiatan orang-orang menuju tercapainya
tujuan.
Agar fungsi directing
ini efektif,manajer harus mengetahui dan memperhatikan faktor -faktor sebagai
berikut :
1.
Mengetahui human being factor,yaitu
faktor-faktor/sifat-sifat dan tingkah laku orang -orang yang dipimpinnya
2.
Motivation,dorongan/keingiunan seseorang untuk melakukan
kegiatan
3.
Leadership,kepimpinan dari manager itu sendiri,yaitu
kemampuan untuk memper ngaruhi orang-orang agar mau melakukan kegiatan.
4.
Communication,karena directing merupakan proses hubungan antar
pribadi(interpersonel relation),maka pertlu diperhatikan faktor
komunikasi,apabila komunikasi ti dak lancar maka fungsi leading tidak akan efektif.
Human Being.
Human being factor
berhubungan dengan sifat nature,tingkah laku/behaviour,sikap attitude dan
pelaksanaan/performance seseorang .E.H Shein me ngungkapkan tentang kelompok
manusia atau modal orang/people model kedalam empat macam :
a.
Rational Economic Men
b.
SosialMen
c.
Self Actualization
d.
Complex Man
Motivation
Untuk memahami motivasi, berikut ini beberapa
pengertian yang dikemukakan oleh sejumlah ahli, diantaranya :
1.
“The process that account for an individual’s
intensity, direction and persistence of effort attaining a goal.” (Robbins, 2009:209)
2.
“Forces acting on an employee that initiate
and direct behavior.” (Gibson, 2009:130)
Berdasarkan
pendapat para ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa motivasi adalah faktor
yang menimbulkan dorongan dalam diri seseorang yang mengarahkan perilaku untuk
bertindak atau mengeluarkan upaya maksimum dalam mencapai tujuan organisasi
atau perusahaan.
Banyak faktor yang
mempengaruhi motivasi sehingga lahirlah berbagai macam teori tentang motivasi.
Robbins membagi teori – teori motivasi ke dalam 2 kelompok, yaitu:
Teori-Teori Awal tentang Motivasi
Para ahli
mendefinisikan fokus dari teori kepuasan kepada jenis-jenis insentif dan tujuan
yang ingin dicapai oleh seseorang untuk mendapatkan kepuasan dan bekerja
maksimal (Luthans, 2008:168). Yang
termasuk ke dalam teori kepuasan adalah Teori Hirarki Kebutuhan Maslow, Teori
Kebutuhan McClelland, Teori ERG dari Alderfer dan Teori 2 faktor Herzberg.
1.
Teori
Hierarki Kebutuhan dari Abraham Maslow
Kebutuhan merupakan
kesenjangan yang dialami antara suatu kenyataan dengan dorongan yang ada dalam
diri, apabila kebutuhan pegawai tidak terpenuhi maka pegawai tersebut akan
menunjukkan perilaku kecewa. Sebaliknya, jika kebutuhannya terpenuhi maka
pegawai tersebut akan memeperlihatkan perilaku yang baik sebagai manifestasi
dari rasa puasnya. Abraham Maslow mengemukakan bahwa hierarki kebutuhan manusia
adalah sebagai berikut:
a.
Physiological
needs yang merupakan kebutuhan dasar yaitu kebutuhan
untuk makan dan minum , perlindungan fisik, bernafas, seksual, dll.
b.
Security
needs/Safety needs.Kebutuhan
rasa aman, yaitu kebutuhan akan perlindungan dari ancaman bahaya, pertentangan
dan lingkungan hidup.
c.
Affiliation
needs/Sosial needs.Kebutuhan
untuk merasa memiliki, yaitu kebutuhan untuk diterima oleh kelompok,
berafiliasi, berinteraksi, kebutuhan mencintai dan dicintai.
d.
Esteem needs Kebutuhan akan harga diri, yaitu kebutuhan
untuk dihormati dan dihargai oleh orang lain.
e.
Self
Actualization needs Kebutuhan
untuk mengaktualisasikan diri, yaitu kebutuhan untuk menggunakan kemampuan,
skill dan potensi, mengemukakan pendapat, penilaian dan kritik terhadap
sesuatu.
Sumber :
Manajemen (Robbins, 2009:210)
2,Theory Two
Factor dari Frederick Herzberg,dia membagi-bagi kebutuhan manusia
menjadi dua:
1.Hygiene Factor
2.Motivactor Factor
ad.1 Hygiene
Factor
faktor yang tidak meningkatkan kepuasan,faktot
pemeliharaan tidak dapat mendorong orang dengan mengiming-iming
materi.Kebutuhan ini harus dengan sendirinyaada dalam lingkungan pekerjaan
tertentu,tertmasuk dalamkebutuhan ini.:
1.Gaji/Uang
2.Kehidupan pribadi
yang layak
3.Kondisi kerja
yang baik
4.Keamanan kerja
yang baik
5.Hubungan antar
pribadi/sosial yang baik
6.Menginginkan
adanya kebijaksanaan dan pengelolaan perusahaan yang baik
ad.2.Motivator
Factor
1.Kemungkinan untuk dapat maju.
2.Pengakuan
3.Pekerjaan yang membutuhkan tanggung jawab,peningkatan
kegiatan
4.Pekerjaan yang menantang
Bila
dibandingkan dengan pendapatMaslow maka :
Yang termasuk
hygiene factor adalah
Physiological
needs : -Gaji
-Kehidupan pribadi yang layak
Security
needs/Safety needs:-Kondisi kerja yang baik
-Keamanan kerja
Affliation need :-Adanya hubungan antar pribadi
-Kebijakan dan pengelolaan
perusahaan yang baik
Yang termasuk
motivator factor:
Esteem needs :
Status sebagai manager
-Kemungkinan untukmaju
- pengakuan
Self Actualization
needs :-Pekerjaan yang membutuhkan tanggungjawab
- peningkatan
kegiatan
- pekerjaan yang
menantang
- Keinginan untuk
mencapai tujuan tertentu
Teori
Kebutuhan oleh David McClelland (1961)
Menurut McClelland
dalam Stoner (2002:478), ada 3 macam
kebutuhan manusia, yaitu:
a)
Need for Achievement, yaitu kebutuhan untuk berprestasi yang
merupakan refleksi dari dorongan akan tanggung jawab untuk pemecahan masalah
kekuasaan, kebutuhan untuk berprestasi adalah kebutuhan untuk melakukan
pekerjaan lebih baik daripada sebelumnya, selalu berkeinginan mencapai prestasi
yang lebih tinggi.
Ciri
motif berprestasi :
Orang-orang yang mempunyai hasrat yang kuat untuk berhasil baik
adalah “orang yang ingin menghasilkan sesuatu yang lebih baik”. Dia menganggap
bahwa menghasilkan sesuatu yang lebih baik itu “penting”
Ciri-ciri dalam perbuatannya :
1.
Dia
bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya.
2.
Dia
menetapkan sendiri berapa banyak yang ingin diperolehnya.
3.
Dia
tidak melakukan hal yang terlalu mudah atau terlalu sulit, tetapi wajar.
4.
Dia
berusaha mengetahui sampai berapa jauh dia mampu.
5.
Dia
melakukan hal-hal yang baru atau jarang dilakukan orang lain
Ciri-ciri dalam pemikirannya :
1. Dia memikirkan bagaimana cara melebihi orang
lain.
2. Dia memikirkan cara mencapai hasil yang lebih
baik daripada waktu yang lalu.
3. Dia memikirkan hal-hal yang baru.
4. Dia memikirkan apa yang akan dicapai dalam
jangka panjang.
b)
Need for Affiliation, yaitu kebutuhan untuk berinteraksi dengan
orang lain, berada bersama orang lain, tidak mau melakukan sesuatu yang
merugikan orang lain.
Ciri motif bersahabat :
Orang-orang yang mempunyai hasrat yang kuat
untuk bersahabat adalah “orang yang merasa senang apabila bersama-sama dengan
orang lain”.
Ciri-ciri dalam perbuatannya :
1.
Dia
lebih suka bergaul bersama orang lain daripada sendiri.
2.
Dia
lebih sering bergaul dan sering berbincang-bincang/mengobrol.
3.
Dia
lebih mementingkan pergaulannya dengan orang lain dalam bekerja daripada
bekerja sama dengan orang lain.
4.
Dia
lebih berguna apabila bekerjasama dengan orang lain daripada bekerja sendiri
Ciri-ciri
dalam pemikirannya :
1.
Dia
memikirkan keinginannya untuk melakukan persahabatan dengan orang lain,
memperbaikinya atau memeliharanya.
2.
Dia
memikirkan kecemasannya bila ditinggal atau dijauhi orang lain.
3.
Dia
memikirkan kegembiraannya bila dapat berkumpul bersama dengan orang lain,
seperti piknik.
c) Need
for Power, yaitu kebutuhan
untuk kekuasaan yang merupakan refleksi dari dorongan untuk mencapai otoritas
untuk memiliki pengaruh terhadap orang lain.
Ciri
motif berkuasa :
Orang-orang yang mempunyai hasrat yang kuat
untuk berkuasa adalah “orang yang ingin mempengaruhi orang lain”.
Ciri-ciri
dalam perbuatannya :
a.
Dia
aktif menjalankan politik berorganisasi.
b.
Dia
menyelidiki orang-orang yang kuat dalam perusahaan, lalu akan berusaha
mempelajari cara menancapkan power kepada
orang lain.
Ciri-ciri
dalam pemikirannya :
Semakin manajer mengerti
motivasi dari bawahan serta bagaimana motivasi dilakukan dan semakin baik dapat
mencerminkan pengertian ini dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan manager
lainnya ,maka akan semakin efektiflah kepemimpinan seseorang leader
Gaya
Kepemimpinan
Indikator
gaya kepemimpinan yang digunakan dalam penelitiannya adalah: (1) gaya
kepemimpinan otokrasi, disebut juga kepemimpinan diktator atau direktif; (2)
gaya kepemimpinan demokrasi, dikenal pula dengan istilah kepemimpinan
konsultatif atau konsensus; (3) gaya kepemimpinan laissez faire, (gaya kepemimpinan yang bebas) adalah gaya
kepemimpinan yang lebih banyak menekankan pada keputusan kelompok; (4) gaya kepemimpinan
partisipatif, dikenal dengan istilah kepemimpinan terbuka, bebas atau
non-direktif; (5) gaya kepemimpinan paternalistik, adalah gaya kepemimpinan
yang bersifat kebapakan; (6) gaya kepemimpinan militeristik, terdapat di
kalangan militer dan instansi sipil (non-militer); (7) gaya kepemimpinan
situasional, dikenal juga sebagai kepemimpinan tidak tetap (fluid) atau kontingensi.
Gaya
kepemimpinan merupakan norma perilaku yang digunakan seseorang pada saat orang
tersebut mencoba mempengaruhi orang lain seperti yang ia lihat Kebanyakan orang
menganggap gaya kepemimpinan merupakan tipe kepemimpinan. Adapun jenis-jenis
gaya kepemimpinan menurut Malayu S. P. Hasibuan (2006:170) adalah sebagai
berikut:
1.Kepemimpinan
Otoriter
Kepemimpinan otoriter adalah jika kekuasaan
atau wewenang, sebagian besar mutlak tetap berada pada pimpinan. Pengambilan
keputusan dan kebijaksanaan hanya ditetapkan sendiri oleh pemimpin, bawahan
tidak diikutsertakan untuk memberikan saran, ide dan pertimbangan dalam proses
pengambilan keputusan.
2.Kepemimpinan Partisipatif
Kepemimpinan Partisipatif adalah apabila
dalam kepemimpinan dilakukan dengan cara persuatif, menciptakan kerjasama yang
serasi, menumbuhkan loyalitas, dan partisipasi para bawahan. Pemimpin
memotivasi bawahan agar merasa ikut memiliki perusahaan.
3.Kepemimpinan
Delegatif
Kepemimpinan delegatif apabila seorang
pemimpin mendelegasikan wewenang dengan agak lengkap. Dengan demikian, bawahan
dapat mengambil keputusan dan kebijaksanaan bebas atau leluasa dalam
melaksanakan pekerjaannya. Pemimpin tidak peduli cara bawahan mengambil
keputusan dan mengerjakan pekerjaannya, sepenuhnya diserahkan kepada bawahan.
4.Kepemimpinan Situasional
Penekanan pendekatan situasional adalah pada
perilaku pemimpin dan anggota pengikut dalam kelompok dan situasi yang
variatif. Dalam kepemimpinan situsional, tidak ada satu pun cara yang terbaik
untuk mempengaruhi orang lain. Gaya kepemimpinan mana yang harus digunakan
terhadap individu atau kelompok tergantung pada tingkat kesiapan orang yang
akan dipengaruhi.
Berdasarkan gaya kepemimpinan di atas, maka
kepemimpinan yang berhasil menurut Heidjrachman dan Husnan (2002:174) adalah
pemimpin yang mampu menerapkan gayanya agar sesuai dengan situasi tertentu.
Selanjutnya pimpinan perlu mempertimbangkan setiap situasi khusus dalam rangka
memahami gaya mana yang lebih tepat untuk diterapkan. Kepemimpinan situasional
berlandaskan pada hubungan saling mempengaruhi antara :
(1)
Sejumlah tingkah laku dalam tugas diperlihatkan oleh seorang
pemimpin
(2)
Sejumlah tingkah laku dalam berhubungan sosial diperlihatkan
oleh seorang pemimpin.
(3)
Tingkat kesiapan ditunjukkan oleh para bawahan dalam
pelaksanaan tugas dan kegiatan tertentu
Kemampuan
dan keinginan menentukan kesiapan seorang individu maupun kelompok, karena itu
gaya kepemimpinan harus menyesuaikan diri dengan tingkat kesiapan para bawahan.
Gaya
kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan pimpinan dalam berinteraksi
dengan bawahannya. Salah satu gaya kepemimpinan adalah kepemimpinan
partisipatif. Menurut (Nasution:2001), Kepemimpinan partisipatif dikenal juga
dengan istilah kepemimpinan
terbuka, bebas, atau nondirective. Dalam gaya kepemimpinan partisipatif,
pimpinan hanya sedikit memegang kendali dalam proses pengambilan keputusan.
Pimpinan hanya menyajikan informasi mengenai suatu permasalahan dan memberikan
kesempatan pada karyawan untuk mengembangkan strategi dan pemecahannya. Tugas
pimpinan mengarahkan tim kepada tercapainya konsensus.
Asumsi yang mendasari gaya
kepemimpinan ini adalah bahwa para karyawan akan lebih siap menerima tanggung
jawab terhadap solusi, tujuan dan strategi dimana mereka diberdayakan untuk
mengembangkannya. Adapun kritikan terhadap gaya kepemimpinan ini adalah
pembentukan konsensus yang banyak membuang waktu dan hanya berjalan bila semua
orang yang terlibat memiliki komitmen terhadap kepentingan utama organisasi.
Rensis Likert, seorang dosen dan
pakar psikologi organisasi dari Universitas Michigan, telah mengadakan studi
tentang pola dan gaya kepemimpinan. Dari hasil studinya tersebut, Likert
berasumsi bahwa ada empat gaya kepemimpinan di dalam sistem manajemen suatu
organisasi, yaitu :
1.
Exploitive authoritative
Pemimpin yang menerapkan gaya ini
pada umumnya hanya mementingkan tentang bagaimana cara menyelesaikan suatu
pekerjaan. Seluruh pegawai diwajibkan untuk mematuhi segala kebijakan yang
ditetapkan oleh pimpinan. Biasanya para pegawai tidak diikutsertakan dalam
proses pengambilan keputusan, selalu memakai rasa takut dan hukuman dalam
memotivasi pegawai, dan tidak ada komunikasi dua arah antara pimpinan dengan
pegawai. Benevolent authoritative
Hampir sama dengan Exploitive
authoritative, namun lebih banyak memakai reward untuk memotivasi pegawai. Selain itu, pegawai juga terkadang
diperkenankan memberikan ide dan ikut dalam proses pengambilan keputusan namun
terbatas pada hal-hal tertentu saja dan dengan pengendalian kebijakan yang
ketat.
2.
Consultative
Berbeda dengan Benevolent
authoritative, disini pemimpin lebih membuka ruang untuk terjadinya komunikasi
dua arah, banyak memotivasi pegawai dengan menggunakan reward, serta lebih banyak mengikutsertakan pegawai dalam proses
pengambilan kepurusan. Namun, perlu diingat bahwa komunikasi yang terjadi masih
terbatas dan keikutsertaan pegawai dalam proses pengambilan keputusan hanya
sebagai pelengkap atau formalitas saja.
3.
Participative
Pemimpin yang menerapkan gaya ini
sudah memiliki kepercayaan penuh terhadap pegawainya. Komunikasi dua arah
berjalan dengan baik dan tidak ditemukan adanya batasan-batasan dalam
mengkomunikasikan seusuatu. Selain itu, pemimpin dapat menggali ide-ide pegawai
dan menggunakannya secara konstruktif, memberikan reward atas keikut sertaan
dan keterlibatan pegawai dalam proses penyusunan tujuan, serta dapat
melaksanakan tugas bersama-sama dengan pegawai sebagai kelompok.
Secara
garis besar, Likert telah menemukan bahwa para pemimpin yang menerapkan gaya
nomor empat dalam menjalankan organisasi memiliki tingkat keberhasilan yang
lebih besar untuk menjadi pemimpin yang baik. Hal itu dikarenakan gaya nomor
empat merupakan yang paling efektif dalam penyusunan tujuan organisasi serta
dalam upaya mencapainya
COMMUNICATION
Pemimpin dalam proses
manajemen selalu melakukan komunikasi untuk memerintah berhubungan dengan orang
lain maupun untuk mengkoordinasikan .Pemimpin tersebut dikatakan efektif jika
ia dapat berkomunikasi secara efektif pula. Jika komunikasi efektif maka
pelaksanaan tugas-tugas yang dilimpahkan kepada para bawahan akan dikerjakan
dengan baik,sebab mereka mengerti apa yang diperitahkannya.
Jelaslah peranan
komunikasi dalamproses manajemen sangat menentukan berhasil tidaknya
kepemimpinan seorang manajer ( effective leadership means effective com munication
atau komunikasi yang efektif akan berarti kepemimpinan juga akan efektif)
Koontz memberikan
definisi tentang komunikasi: komunikasi digambarkan sebagai pemindahan
informasi dari seseorang kepada orang lain yang menimbulkan keperca yaan dan
informasi yang ditransper itu harus dimengertisipenerima.Tujuan utama dari pada
komunikasi adalah mempengaruhi orang lain dengan sgaka macam agar dapat di terma
dan dimengeti.
Proses komunikasi
Untuk menyampaikan
ide,massage,informasi,peritah dari seseorang kepada orang lain,maka ide
tersebut harus terlebih dulu di format kepada lambang-lambang simbol
komunikasi.
Lambang-lambang
komunikasi adalah :
1.Komunikator atau
pembawa pesan (sender/pengirim) mempunyai ide untuk disampaikan kepada
reseiver.
2.Ide-ide tersebut di
formt kepada lambang-lambang komunikasi
3.Lambang-lambang
komunikasi dikeluarkan melalui saluran
4.Simbol-simbol tersebut
diterima oleh receiver kemudian ditafsirkan/persepsi dan jika dimengerti maka
terjadi Action/feedback dan timbullah interaksi.
|
Feedback
|
|
Thought
|
|
Decoding
|
|
Use of
channel to transmit the massage
|
|
reception
|
|
decoding
|
|
understan ding
|
Macam-macam komunikasi
1.Dipandang dari sudut
struktur organisasi:
·
Horizontal comunication
·
Vertical comunication
·
Diagonal comunication
2.Dipandang dari sudut formalitas
·
Formal Communication
·
Informal Communication
3.Dipandang dari panjangnya saluran:
·
Komunikasi langsung
·
Komunikasi tidak langsung
4.Dipandang dari sudut penyampaiannya.
·
Lisan/Verbal
·
Tulisan
CONTROLLING
Controlling, pengendalian terdiri dari tindakan pengawasan dan tindakan
penilikan Pengawasan berarti menjaga kelancaran pekerjaan yang sedang
dikerjakan. Penilikan (pemeriksaan) adalah penilaian terhadap hasil kerja
pekerjaan yang dilakukan.
I.Pengawasan (dalam perusahaan)
Menjaga kelancaran
pekerjaan yang sedang dilakukan adalah penting sekali untuk menjamin supaya
pekerjaan dilaksanakan menurut rencana yang telah ditentukan Inilah yang
disebut pengawasan yang mempunyai pengertian khusus,berusaha supaya pekerjaan
yang sedang dilakukan dapat sesuai seperti yang digariskan dengan rencana yang
telah ditentukan.
Membahas tentang
pengawasan perlu dipahami 6 hal
1.Fungsi
pengawasan
2.Langkah-langkah
pengawasan
3.Syarat-syarat
pengawasan yang efektif
4.Alat-alat
pengawasan
5.Pelaksanaan
pengawasan
6.Dasar-dasar
pengawasan
Penjelasan
1. Fungsi pengawasan
Setiap rencana harus dilaksanakan dan pada waktu
dilaksanakan harus dilakukan Fungsi pengawasan inilah yang disebut Fungsi
pengawasan yang terdiri dari tindakan-tindakan mengukur dan memperbaiki
pekerjaan yang sedang dilakukan oleh bawahan sehingga pelaksanaa pekerjaan
susuai dengan rencana yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan (motif)
perusahaan.
Fungsi pengawasan tidak mungkin dilaksanakan tanpa
adanyanya rencana dan tugas Dan rencana itu sendiri membutuhkan pengawasan,jadi
ada hubungan sebab akibat .Rencana sebagai dasar(sebab) untuk mengadakan
pengawasan,yang berarti pengawasan menjaga kelancaran pekerjaan yang sedang
dilakukan supaya sesuai dengan rencana yang
telah ditentukan,yang berarti pula pengawasan seoalah-olah tindakan
menengok kepada masa silam (kebelakang)
2.
Langkah-langkah
pengawasan
Supaya pelaksanaan pengawasan berhasil dengan memuaskan
harus diadakan langkah-langkah seperti dibawah ini:
a.
Menentukan dulu standard-standard
biasanya standard ini ditentukan dalam rencana antara
lain standard tampak jelas dalam anggaran belanja dan pendapata
(budget).Biasanya standard dinyatakan dalam
satuan- satuan terperinci,misanya current ratio=2 : 1;Acid Test Ratio =
1 : 1.Ini disebut standard modal
Contoh lainnya standard pendapatan,misalnya bagi
penjualan telah ditentukan bahwa dari setiap pembeli diterima hasil penjualan
tertentu ,yaitu hasil penjualan perkapita dari suatu daerah.standard waktu
misalnya waktu yang dibutuhkan untuk bekerja satu hari yang terdiri dari waktu
normal ditambah dengan waktu istirahat dan waktu keperluak pribadi.Standard
biaya yaitu jumlah biaya yang telah ditentukan untu menghasilkan suatu produk
dll.
Jadi
Standard harus menjadi pegangan jangan
sampai ada penyimpangan.
a .Pengukuran atau penilaian terhadap
pelaksanaan standard
Pengukuran terhadap pelaksanaan standard
,hendaknya cepat-cepat supaya penyimpangan- penyimpangan dapat segera
dikembalikan kepada rel semula misalnya pengecekan pelaksanaannya lalu buat
laporan baik lisan maupun secara tertulis dengan segera kepada atasan.
Laporan tertulis
tentang penyimpangan yang telah terjadi dari suatu rencana adalah baik
sekali,lebih baik lagi disertai hasil pengamatan langsung apa yang sedang
terjadi dilakukan oleh pelaksana.
b .Mengadakan tindakan koreksi
Setelah
ditentukan penyimpangan- penyimpangan itu dan setelah mengetahui sebab-sebabnya
lalu mengadakan koreksi.yang dikoreksi macam-macam antara lain : penyimpangan-
penyimpangan yang terjadi diluar kemampuan perusahaan yang menimpa perusahaan
misalnya mesin-mesin yang dipakai tiba-tiba macet,sehinggan menghambat
jalannnya produksi,maka tindakan koreksi harus memperbaiki mesin-mesin yang
3.Syarat-syarat pengawasan yang efektif
Supaya
pelaksanaan pengawasan efektif,maka harus memenuhi syarat-syarat
seperti dibawah ini :
a.
Pengawasan harus bersifat objektif
b.
Pengawasan hendaknya hanya memperhatikan
penyimpangan-penyimpangan dari standard yang telah ditentukan,yang sangat
penting sifatnya.
c.
Hasil Pengawasan harus dilaporkan kepada atasan dengan
segera,terutama hasil pengawasan yang menunjukkan penyimpangan- penyimpangan
dari standard yang telah ditentukan.
d.
Sistem pengawasan hendaknya memperlihatkan dimana letak
penyimpa ngan - penyimpangan terjadi
Siapa yang bertanggung jawab atas penyimpangan
- penyimpangan tersebut dan apa
yang yang harus dikerjakan untuk mengatasinya
e.
Pengawasan hendaknya dapat meramalkan akan terjadinya .
penyim pangan - penyimpangan itu misalnya pengawasan terhadap kas
terhadap kejadian-kejadian 3 bulan yang akan datang,sehingga dapat diadakan
pencegahan.
4.Alat-alat pengawasan
Dalam bertindak mengadakan pengawasan supaya dapat
dilaksanakan dengan mudah dan hasilnya memuaskan menggunakan Alat-alat pengawasan
seperti dibawah ini :
A.Pengawasan melalui anggaran belanja dan
pendapatan(budget)
Budget itu sendiri merupakan standard atau patokan apakah
ada penyimpangan.Budgeting artinya pembuatananggaran belanja dan pendapatan
yang merupakan penentuan tanggung jawab dalam atau dengan angka-angka untuk
pedoman(norma-norma) yang harus dilaksanakan perusahaan yang akan datang dengan
tujuan :
* Memberi garis kebijaksanaan(pedoman) dalam mengadakan
tindakan-tindakan yang akan datang atau masa depan
* Menciptakan Alat-alat
pengawasan yang sangat baik bagi perusahaan
* Budget adalah merupakan pemberian kekuasaan (otorisasi)
untuk menggunakan biaya produksi dalam bidang masing-masing
Budget adalah merupakan pemberian tugas ,maksudnya
budbget tersebut menunjukkan pekerjaan- pekerjaan yang harus dilaksanakan oleh
para bawahan untu8k menjamin tujuan perusahaan.Tugas dan tanggung jawab bawahan
ditentukan dan dipisahkan dengan jelas,untuk setiap tindakan yang disebut dalam
budget harus ditunjukkan pegawai yang bertanggung jawab
Sedang budgetdapat ditinjau dari segi sistimatiknya dan
segi sifatnya :
a.Budget dari
segi sistimatiknya
Dari segi sistimatik pembuatan budget dapat dibagi
menjadi;
1.Budget pokok (penjualan)
Budget penjualan ini disusun berdasarkan penelitian dan taksiran
tentang penjualan dimasa depan didasarkan angka tahun lalu dan diperhitungkan
perubahan-perubahan yang mungkin terjadi pada masa depan antara lain perubahan
selera pembeli ,perubahan kekuatan pembeli (tenaga pembeli),keadaan persaingan
dll.
2.Budget produksi
Setelah budget penjualan selesai dibuat,kemudian dibuat
budget produksi.
Budget produksi ini biasanya disusun dari budget-budget
lain-lainnya,misalnya budget-budget persediaan,bahan mentah,biaya ,kas dan
lain-lain sesuai dengan kebutuhannya.
3.Budget pembelian
disamping budget penjualandan budget persediaan,ada
budget pembelian yang ketiga-tiganya merupakan budget dari budget khusus yang
tersebut diatas antara lain budget bahan mentah dan lain-lain.
b..Budget dari segi sifatnya
Dari segi sifat budget
dapat dibedakan seperti dibawah ini :
1.Budget konstan/tetap
Ialah budget yang didasarkan atas waktu,misalnya budget
untuk penelitian budget untuk advertensi dll
2.Budget Variabel (berubah)
Ialah budget yang berdasarkan prestesi.Dimana setiap
keiatan yang dapat ditentukan kesatuan-kesatuann prestasi misalnya pemakaian
bahan dengan standard bahan dalam Kg,ruangan mesin mesin dalam m2
dan lain lain.
Sedangkan dalam pembuatan
budget langkah-langkah sebagai berikut;
1.
Pengusaha membuat budget sementara ,yang kemudian
disampaikan kepada kepala-kepala bagian supaya menyumbangkan pendapat dan
keberatannya (bila perlu mengusulkan perubahan dan perbaikan2).Setelah ada
penyesuaian antara pengusaha dan kepala bagian kemudian para kepala bagian
menyusun anggarannya sendiri-sendiri sesuai dengan batas(plapon0 yang telah
diberikan oleh pengusaha tersebut diatas.Tentu saja untuk penyusunan budget
perusahaan tersebut diperlukan angka-angka untuk masa depan berlandaskan
keadaan masa yang telah lampau.Angka-angka yang telah lampau dapat diambil
dalam budget tahun yang lalu disimpan oleh bagian administrasi.bila Semua
budget(penjualan,produksi,pembelian dll)sudah disusun ,kemudian bagian
administrasi mengkompilir budget-budget tersebut dan hasilnya merupakan budget
induk (master budget)
2. Kadang-kadang
dalam pembuatan budget dibentuk panitia yang anggotanya terdiri dari
kepala-kepala bagian dan para penasehat pengusaha.Panitia tersebut tugasnya
mengkompilir anggaran-anggaran dari bagian dan mengambil tindakan bila
anggaran-anggaran dari bagian-bagian itu saling bertentangan.Sedang keputusan
terachir adalah terletak pada tangan pengusaha (pimpinan tertinggi)
B. Pengawasan melalui Non budgeting
Pengawasan melalui non budgeting ini terdiri dari ;
1. Pengamatan
(observation) langsung
2. Laporan
statistik
Ini antara lain berujut grafik yang menggambarkan
pendapatan penjualan ,biaya-biaya produksi dll
3. Analisa Break Don(kembali pokok)
Analisa Break Down(kembali pokok),ini belum tentu aktual
karena berisikan biaya variabel yang tidak selalu proporsional.
T.C = F.C + V.C.= Biaya Kontan + Biaya Variabel
T.S = Total Sales = Jumlah satuan barang X harga – jual
Tugas Break event analysis ialah untukmengetahui pada
unit berapa profuksi supaya perusahaan tidak untung an tidak rugi,atau jumlah
produksi berapa paling sedikit perusahaan dapat dipertahankan diatas Break
event point
Dengan Break event analysis ini pengusaha dapat menduga
berapa keuntungan yang diinginkan dengan menentukan jumlah produksi yang harus
diprodusir (dihasilkan)
Sedang Rumus BEP
5.Pelaksanaan
(proses)pengawasan
Pelaksanaan pengawasan dapat dikemukakan sebagai berikut:
1. Menggunakan
standard yang telah diujikan kebenarannya.
2 Mengecek
pembuatan produksi sesuaiatau tidak dengan standard yang telah yang telah
ditentukan terdiri dari berbagai macam sebab dan faktor-faktor yang menyebabkan
penyimpangan dari standard adalah sbb:
Keadaan dalam perusahaan dan keadaan diluar perusahaan
1. Keadaan dalam
perusahan misalnya seorang buruh gagal untuk mencapai standard prestasinya
karena rusaknya alat-alat yang dipakai sehingga kelancaran kerja terlambat.Pula
bahan-bahanmentah dan lain-lain yang akan dikerjakan belum datan
2. Keadaan diluar
perusahaan ini terdiri dari
*Keadaan Ekonomi,peraturan- peraturan,peraturan
pemerintah yangberubah yang menyebabkan kegagalan untuk mencapai prestasi
standard yang telah ditentukan
*Pengusaha dalam memberikan perintah kepada bawahan.Ini
terdiri dari :perintah yang tidak jelas,pemberian perintah yang keliru,belum
masak memberikan latihan-latihan ketrampilan kepada bawahan yang melaksanakan
pekerjaan.
*Rencana semula sukar dicapai ((standard yang terlalu
optimistis.
*Adanya dorongan yang mempengaruhi tingkah laku seseorang
hingga menyimpang dari rel atau standardnya dalam melakukan pekerjaan dalam
perusahaan
6. DASAR - DASAR
PENGAWASAN
Untuk melakukan pengawasan yang efektif hendaknya
berpedoman pada dasar-dasar nya pengawasan seperti dibawah ini:
1.Dasar sebab
yang terkecil
Bila dalam suatu jumlah peristiwa-peristiwa terdapat suatu
peristiwa yang dapat mendorong akan berhasilnya usaha yang dilaksanakan.Yang
dimaksud disini ialah dalam melakukan pengawasn harus diperhatikan
faktor-faktor yang kelihatannya tidak berarti tetapidapat membahayakan terhadap
keseluruhan usaha.
2.Dasar
pusat pengawasan
Dalam melakukan pengwasan hendaknyamelihat luasnya kemampuan dalam melaku
kan pengawasan(span of control)supaya hasil tindakanny
atidak mengecewakan.
3. Dasar mengawasi diri sendiri.
Pengawasan memberikan pedoman untuk dapat mengadakan pengawasan
kepada orang lain yang berhasil sebaik-baiknya hendaknya harus menilai lebih
dahulu kepada diri sendiri apakah memenuhi peraturan-peraturan yang harus
ditepati oleh semua fungsionaris yang tak terkecuali.Bila diri sendiri
benar-benar telah menempati.tentu orang lain yang diawasi akan bercermin kepada
tindakan petugas yang melakukan pengawasan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar